Monday, June 7, 2010

Remembering My Eyang Kakung


Dimulai dengan kerinduan saya dengan almarhum eyang kakung saya hari ini....
Agak sulit mendeskripsikan tentangnya
1. Keras kepala (maklum bekas militer)
2. Keras kepala
3. Keras kepala
4. Galak
5. Gila bola
6. Takut dokter
7. Suka silahturahmi
8. Baik hati with his own way

See? rasanya susah sekali saya mendeskripsikan tentangnya
Saya belajar istilah bola dari beliau
Saya belajar setir mobil juga dari beliau
Saya suka baca juga akibat racun dari beliau
Saya banyak belajar so may things dari beliau

Ini yang saya sangat ingat
1. Sebulan sekali makan mie Godila di daerah cikini
2. Sebulan sekali menemani ambil pensiun di Bank (waktu itu Bank Umum Nasional)
3. Rutin beli kue jongkong di Monami (GOD, kl yg ini saya juga sukaaaaaaaaa)
4. Rutin mengunjungi dua adik putrinya di tebet timur dan di tebet barat
gantian mengunjungi mereka, krn kata eyang saya supaya ora meri...(bhs jawa: supaya gak ngiri)
5. Makan bakmie AA di tebet timur setelah itu, menu nya Mie ayam porsi besar dan segelas Fanta Merah (Huekkk...sampe bosen)
6. Kita sering kedatangan tamu setiap lebaran, semua keponakan dari eyang, which is (masih) om-om dan tante-tante saya
7. Masih banyak yang lainnya

Hhhmm, coba saya lis down keluarga2 ini: Ada om gendut (aslinya Budi, saya gak tau asal muasal nama ini), Om Jokky, Om Toti, Tante Lasma, Tante Sheilla, Tante Heny, Om Hengky dan beserta para anak2nya, Om Deny, Om Agus, Merry, Rini, Alm Om Ary. Then eyang itik tebet barat (skrg domisili di SBY for somekind a reason, i miss her risoles and lodeh ijo, eyang Hid, terakhir ketemu tahun 2008, sudah sepuh sekali...i miss her lebaran food)
Kemudian ada Alm Om Dodi beserta tante Endang, Gita, Nindy

Hoooohhh, everything are mingled....
Semua masih berkumpul sampai tahun 1996, sampai akhirnya eyang kakung saya berpulang di tahun 1997, padahal saya baru 2 tahun kuliah....
This is the saddest part: Dia ingin sekali melihat saya jadi sarjana
Hahahahhaa....cool joke at the time, tetapi pada saat jadi sarjana, saya baru sadar,
Ada yang kurang....but saya sempat tunjukkan toga saya di makam nya
Hehehehhe weird isn't ?

Next, sekarang semuanya sudah jarang bertemu (baca: tidak pernah)
Terakhir on my wed, i guess
Mungkin dulu yang masih muda sekarang sudah beruban
Yang perutnya rata udah mulai membuncit
Yang dulu masih pada SD sekarang udah pada kuliah

So i called this the lost memory....
Sometimes, either we're family, here in Jakarta
Sulit sekali menyempatkan waktu untuk bertemu keluarga
Ini menjadi pemakluman yang lumrah sekarang
Tapi jaman eyang saya? mana mungkin dianggap lumrah....
Yang ada dianggap kurang ajar : Hhehehehehhe....

Hey, mungkin setelah ini saya berencana mengunjungi makan eyang kakung saya
Just for say Hi and remembering sweet memories....

image from: http://burkeranch.net/art.htm

No comments:

Post a Comment